Tentara Malaysia (Malay: Tentera Darat Malaysia) adalah komponen tanah Angkatan Bersenjata Malaysia. Mendalam dalam tradisi Inggris Angkatan Darat, Angkatan Darat Malaysia tidak menyandang gelar ‘raja’ (diraja) seperti yang dilakukan Royal Malaysia Air Force dan Angkatan Laut Kerajaan Malaysia. Sebaliknya, gelar ini diberikan pada korps resimen tentara yang dipilih dan yang telah diberikan kehormatan oleh Yang di-Pertuan Agong, yang adalah Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Malaysia.
Sejarah:
Unit-unit militer pertama di Malaysia dapat ditelusuri kembali ke Amerika Malay Rifles Relawan yang ada 1915-1936. Kelahiran Tentara Malaysia muncul ketika Dewan Federal Negara Federasi Malaysia akhirnya disahkan Resimen Bill Malay pada tanggal 23 Januari 1933. Hal ini memungkinkan perekrutan awal 25 laki-laki untuk Perusahaan Percobaan Pertama Malaysia pada tanggal 1 Maret 1933. Mayor G. MCI. S. Bruce dari Resimen Lincolnshire adalah Komandan pertama Officer.
1 Januari 1935, Perusahaan Eksperimental menjadi Resimen Malaysia dengan melengkapi 150 orang. Sebuah batalyon dibentuk pada 1 Januari 1938 dan akhirnya satu batalion kedua pada tanggal 1 Desember 1941.
Resimen 1 milyar Malay terkenal karena pertahanannya dari Opium Hill atau Bukit Chandu di Singapura. Pertempuran ‘Opium Hill’ pada 14 Februari 1942 melibatkan 42 tentara diperintahkan oleh Letnan Adnan bin Saidi yang mempertahankan posisi mereka terhadap serangan dari Divisi 18 Angkatan Darat Kekaisaran Jepang di bawah Letnan Jenderal Renya Mutaguchi. Setelah Perang Dunia II dan selama Darurat Malaya, jumlah batalyon ditingkatkan menjadi 7 di awal 50-an.
The Kor Armor DiRaja (Royal lapis baja Korps) dapat menelusuri akarnya kepada pembentukan pada 1 September 1952 dari Federasi Reconnaissance Squadron. Ia kemudian bergabung dengan Resimen Federasi untuk membentuk Federasi Reconnaissance Corps. Nama ini mengalami beberapa transformasi dari Corps Reconnaissance Malaysia (16 September 1967), Royal Malaysia Reconnaissance Corps (Mei 1979) Royal Cavalry Corps (Desember 1979) dan akhirnya ke Kor Armor DiRaja (Royal lapis baja Korps) pada tanggal 8 Desember 1986.
Source: en.wikipedia.org





